Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Maret 2012

KH. Abdussykur


KH. ABDUSSYUKUR
Beliau dilahirkan pada malam Jum’at tanggal 11 Sya’ban 1346 H bertepatan dengan 8 Agustus 1928 M, di desa Melayu Tengah Martapura.

Pendidikan beliau mengaji di Pondok Pesantren Darussalam hingga lulus Aliyah tahun 1950  dan mengaji kepada para Alim Ulama, diantaranya :
1.     K.H. Sya’rani Arif                                    
2.     K.H. Salim Ma’ruf                        
3.     K.H. Husin Qodri                         
4.     K.H. Semman Mulia                     
5.     K.H Salman Jalil                           
6.     K.H. Arfan (Dalam Pagar)
7.  K. Anang Jurzani 
8.  K.H.M. Ramli Ahmad 
9.  K. Marjuki 
10.Syech Yasin padang
11.Syech Ismail Al-yamani, dan lain-lain

KH.Abdusysykur mulai tahun 1950 mengajar di Pondok Pesantren Darussalam, dan ditunjuk oleh K.H. Salim Ma’ruf  (sewaktu sakit) untuk menjabat sementara bersama K.H. Muhdar sebagai Wakil.  SBeliau dipercaya untuk menjadi Ketua MUI Kabupaten Banjar sampai tahun 2007, selain itu Beliau juga menjabat sebagai Ketua Nazir Masjid Agung Al-Karomah Martapura, Mustasyar/sesepuh Nahdlatul Ulama Cabang Kabupaten Banjar, dan menjadi  Pimpinan Umum PP.Darussalam dan Ketua Yayasan PP.darussalam Martapura sejak tahun 1992 s/d 2007.

 Beliau banyak mengaji dan menimba ilmu agama kepada guru beliau yang sangat beliau cintai, yaitu K.H. Sya’rani Arif dan mendapat Futuh dari beliau.

Beliau wafat pada hari Sabtu tanggal 5 Robiul Awwal 1428 H bertepatan pada tanggal 24 Maret 2007 M.  Pada jam 12.20 Wita dan dimakamkan di samping guru beliau K.H. Sya’rani Arif di kubah Kampung Melayu Tengah Martapura.

KH. Badruddin









KH. Badruddin atau yang lebih dikenal dengan sebutan ‘Guru Ibad’. Beliau dilahirkan pada tanggal 29 Dzul Qo’idah 1355 Hijriah atau bertepatan pada tanggal 11 Februari 1937 M. di kota serambi Makkah Martapura Kalimantan Selatan. Nama lengkap Beliau adalah KH. Badruddin bin KH. Ahmad Zaini bin KH. Abdurrahman bin H. Zainuddin bin Abdusshomad bin Abdullah Al Banjari.

Tokoh ini mempunyai kharisma besar di masyarakat. Selain sebagai ulama Beliau juga merupakan element pemerintahan baik di lokal maupun pusat. Pengaruhnya yang besar justru terletak pada perkembangan-perkembangan yang Beliau lakukan di jajaran pesantren Darussalam tempat Beliau mengajar dan lingkungan masyarakat di sekitarnya. Serta terlahir dari keluarga besar yang menjadi panutan.
Beliau yang hidup di tengah-tengah masyarakat muslim yang taat beragama. Sejak kecil Beliau mula-mula menerima pendidikan agama belajar mengaji dengan ayah dan kakek Beliau. Selanjutnya seiring dengan pertumbuhannya Beliau memasuki pendidikan formal di madrasah Iqdamul Ulum dan pesantren Darussalam Martapura. Dan setelah meluluskan jenjang pendidikan keduanya, Beliau dengan kedisiplinan ilmu meneruskan jelajah ilmunya ke bumi tempat dilahirkannya Rasulullah yakni Makkah Al Mukarramah tepatnya di madrasah Shaulathiyyah Makkah selama kurang lebih dua tahun.
Selain itu Beliau juga memperdalam pengetahuannya dengan beberapa ulama besar Martapura, diantaranya ; KH. Husein Qodri (yang tak lain kakak Beliau sendiri) KH. Muhammad Sya’rani Arif. Dan KH. Muhammad Semman Mulya, serta KH. Salim Ma’ruf kemudian beberapa ulama dan habaib di pulau Jawa.
KH. Badruddin bin KH. Ahmad Zaini tidak berhenti meneruskan perjuangan yang dilakukan oleh kakek, ayah dan saudaranya sebagai pembimbing dan pembina masyarakat melalui pengajian-pengajian agama. Baik di Pondok Pesantren Darussalam Martapura maupun di kalangan masyarakat umum seperti di masjid-masjid di langgar-langgar dan di kampung-kampung.
Beliau juga orang yang pertama membawa dan mengembangkan maulidul Rasul, Maulid Habsyi di Kalimantan Selatan dan sekitarnya sampai sekarang terus diamalkan oleh masyarakatnya. Jasa yang begitu mulia dan sangat besar.
KH. Badruddin putera Mufti KH. Ahmad Zaini dan Ibu Hajjah Jannah. Sejak remaja dan sampai akhir hayatnya kakak kandung KH. Muhammad Rasyad ini dikenal memiliki pendirian yang teguh, disiplin dan loyalitas yang tinggi baik dalam sikap maupun perbuatan. Aktifitasnya sebagai pengajar agama Beliau wakafkan sebagai dewan guru di Darussalam dengan memulai kiprahnya pada tahun 1955 M. hingga pada tahun 1976 M. Beliau dinobatkan menjadi pimpinan Pondok Pesantren Darussalam menggantikan pendahulu sebelumnya Almarhum KH. Salim Ma’ruf. Di bawah kepemimpinannya Darussalam mengalami perkembangan pesat, banyak diadakan peningkatan terutama di segi pendidikan dengan menetapkan bebe-rapa kurikulum Darussalam dan madrasah Diniyah, kurikulum DIKNAS untuk SLTP / SPMA, kurikulum Depag untuk madrasah Tsanawiyah / Aliyah Mu’allimin dan kurikulum IAIN untuk perguruan tinggi Islam STIS / STAI, serta mengadakan reuni alumni Pondok Pesantren Darussalam se-Kalimantan.
Di masa kepemimpinan Beliau juga Darussalam mengganti nama menjadi Pondok Pesantren Darussalam yang semula bernama Madrasah Al-Islamiyah Darussalam. Kecuali itu, di bidang infrastruktur pun mengalami peningkatan. Selain bangunan gedung yang di tempati di lokasi Pasayangan juga dibangun gedung di lokasi baru yaitu di Jl. Perwira Tanjung Rema Darat Martapura diatas bentangantanah seluas 10 hektar yang pada waktu itu hasil dari sumbangan Pangdam X Lambung Mangkurat, Bapak Lenjend Amir Mahmud.
Di bidang ke agamaan, di samping sebagai guru dan pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, Beliau aktif memberikan khutbah Jum`at di Masjid Agung Al-Karamah, Martapura dan nazir masjid kebanggaan warga masya-rakat Serambi Makkah Martapura.
Sosok KH. Badruddin bin KH. Ahmad Zaini sebagai negarawan yang mempunyai dedikasi menyebarkan da’wah Islam dengan penuh keikhlasan dan kayakinan hanya untuk menuntut ridho-Nya. Selama hidup Beliau yang bersahaja pernah ditunjuk untuk menjabat sebagai ;- Penghulu Kampung Jawa dan Sungai Paring, Martapura pada tahun 1955.- Sebagai karyawan di Departemen Agama, Martapura, Kabupaten Banjar pada tahun 1960.- Tahun 1961 diangkat menjadi anggota DPRD Tingkat II, Martapura, Kabupaten Banjar.- Pada tahun 1978 dipercaya sebagai anggota MPR RI selama dua periode.- Pada tahun 1978 dipercaya sebagai anggota DPA RI selama dua periode.Di bidang organisasi, terutama organisasi keagamaan pernah mendu-duki jabatan-jabatan penting seperti :- Wakil Ketua Umum Badan Kerja Sama Ulama Mileter.- Ketua MUI Kalimantan Selatan.- Ketua LTPQ Kalimantan Selatan.- Ketua Umum Badan Kerja Sama Pondok Pesantren (BKSPP)Kalimantan Selatan.Anggota Badan Pertimbangan MUI Pusat.- Rais Suriah PWNU Kalimantan Selatan. Dan kiprahnya di bidang ini tetap saja tak lepas dari upaya memperjuangkan tegak syiar Islam.Beliau merupakan figur yang ber-peran secara ideal dalam beberapa dimensi sosial, sebagai ayah dalam keluarga, pakar ilmu dalam komunitas keilmuan dan ulama serta panutan dalam kehidupan bermasyarakat. Keman-faatan ilmu dan akhlak Beliau dirasakan semua orang.
KH. Badruddin bin KH. Ahmad Zaini telah berpulang ke rahmatullah malam Rabu tanggal 28 Jumadil Akhir 1413 H / 23 Desember 1992 M dimakamkan di qubah Tunggul Irang Martapura. semoga dalam perjalanan hidup dan pengabdian Beliau diterima oleh Allah Swt sebagai amal sholeh.

KH. M. Salim Ma'ruf


KH. Salim Ma'ruf
Almarhum K.H. Salim Ma’ruf lahir di kampong Keramat Kecamatan Martapura Timur Sekitra tahun 1913, ayah beliau bernama H. Ma’ruf bin H. Nafis asal Kampung Melayu.  Kakek almarhum H. Nafis asal kampong Dalam Pagar Martapura.  Ibu almarhum bernama Hj. Asiah seorang perempuan dari kampong Keramat Martapura.  Ayah almarhum H. Ma’ruf adalah seorang petani di samping menjadi muezzin di Masjid Agung Al-Karomah Martapura.  H. Ma’ruf adalah seorang yang selalu mencintai para ulama dan orang-orang berpengetahuan agama dan mempunyai anak sebanyak 5 orang yang terdiri dari 1 orang anak laki-laki dan 4 orang perempuan, jadi K.H. Salim Ma’ruf satu-satunya anak laki-laki.

K.H. Salim Ma’ruf mendapat pendidikan Agama dari ayah almarhum sendiri di rumah, beliau belajar membaca Alqur’an dengan Syech H. Ali Bahwiris di kampong Keramat Martapura.  Beliau memperdalam ilmu-ilmu agama dengan beberapa orang guru, diantaranya :

1.  Al Alimul Allamah  K.H. Kasyful Anwar ( Kampung Melayu)
2.  Al Alimul Allamah  K.H. Abdurrahman    (Desa Tunggul Irang)
3.  Al Alimul Allamah  K.H. Yusuf Jabal       ( Desa Pasayangan)
4.  Al Alimul Allamah  K.H. Marzuki  (Kampung Melayu)
5.  Al Alimul Allamah  K.H. Zainal Ilmi ( Kampung Dalam Pagar)
6.  Al Alimul Allamah  Syech H. Abdul Hamid (Madrasah As-Salam Pasayangan)

Beliau memperdalam ilmu Mantiq dengan Syech H. Abdul Hamid yang datang dari Yaman.

Pada waktu almarhum  mulai mengaji dengan K.H. Kasyful Anwar, satu-satunya guru almarhum yang paling banyak menimba ilmu pengetahuan agama, pada waktu itu almarhum masih muda.  Setelah almarhum K.H. Kasyful Anwar mempunyai firasat melihat bakat dan kesungguhan almarhum menuntut ilmu, maka almarhum K.H. Kasyful Anwar berkata kepada Almarhum H. Ma’ruf agar anaknya yang bernama H. Salim jangan disuruh berusaha, biar dia mengaji saja sama aku, karena anak ini akan jadi orang alim.  Atas perminta’an ini, almarhum H. Ma’ruf menta’atinya.  Maka almarhum K.H. Salim Ma’ruf selalu tekun mempelajari kitab-kitab agama islam.  Diantara ilmu yang dikuasai beliau yang menonjol adalah tafsir Alqur’an, ilmu Ushuluddin, ilmu Mantiq (Logika) dan ilmu Wifiq (rajah/wafaq) di samping ilmu lain yang dikuasai almarhum.

Tahun 1933 dalam usia 20  tahun almarhum telah mendapat izin untuk mengajar agama dari mufti Martapura.  Maka mengajarlah almarhum di Langgar-Langgar atau Surau-Surau, di samping mengajar di PP.Darussalam atas permintaan Guru Almarhum K.H. Kasyful Anwar, yang kala itu menjadi Pimpinan PP.Darussalam Martapura.  

Pada tahun 1942 s/d 1044 Almarhum pergi ke Pontianak (Kal-Bar) dengan tujuan berdagang/ berniaga di Pontianak, kemudian masyarakat disana mengenal almarhum orang yang alim dalam ilmu agama islam, maka almarhum di minta Sulthan Sayyid  Abdurrahman Al-Qodry untuk mengajar di istana Al-Qodry.

Pada tahun 1945 almarhum kembali ke Martapura dan bertekad mengabdi di PP.Darussalam untuk melaksanakan wasiat dari almarhum K.H. Kasyful Anwar, yang mana beliau berwasiat agar murid-murid beliau ikut terus membina dan memajukan PP.Darussalam yang pada waktu itu di pimpin oleh almarhum K.H. Abdul Qodir Hasan yang popular dikenal dengan sebutan “ Guru Tuha” 

Pada tahun  1948 almarhum pergi ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji, setelah dibuka kembali bagi bangsa Indonesia yang beragama islam untuk pergi ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji dan almarhum pulang dengan selamat. 

Pada tahun 1962 almarhum beserta masyarakat kampong Pekauman dan kampong Keramat mendirikan sebuah Madrasah Ibtidaiah 6 tahun yang bernama Miftah Darissalam, yang kala itu di kedua desa tersebut tidak terdapat Sekolah Dasar.  Sekarang Madrasah tersebut di pimpin oleh Putera almarhum yang bernama Guru H. Humaidi Salim. 

Pada tahun 1969 almarhum dipercaya memimpin PP.Darussalam sepeninggalnya Almarhum K.H. Anang Sya’rani Arif.  Sifat dan pembawaan Beliau yang dikenal selama memimpin Darussalam adalah kedisiplinannya yang keras dalam segala hal dan tegas dalam bersikap, suatu sifat yang tidak semua orang menyukainya namun didalamnya mengandung hikmah yang teramat dalam. 

Pada tahun 1973 keadaan fisik almarhum mulai menurun (selalu dapat sakit), tetapi almarhum selalu memaksa turun ke pondok walaupun dengan cara di papah oleh seorang anak almarhum.  Kemudian atas nasehat Dokter agar almarhum banyak istirahat.  Kemudian kepemimpinan PP.Darussalam beliau serahkan kepada murid beliau K.H. Badruddin dan K.H. Abdus Syukur. 

KH. Salim Ma'ruf pernah menulis beberapa kitab diantaranya :
1.      Kitab yang bernama “Al-I’lan” berisi Perukunan
2.      Kitab yang bernama  “Risalah Muamalah” berisi pedoman jual beli dalam islam
3.      Kitab yang bernama  “ Qoulul Muallaq” berisi ilmu Mantiq atau Logika
4.      Kitab yang bernama  “ Hisnul Ummah” berisi amalan sehari-hari
5.      Kitab yang bernama  “ Tashilul Murid fi limit-tajwid” yang berisi tentang ilmu Tajwid


Pada tanggal 1 Pebruari 1979 M / 2 Rabiul Awal 1400 H tepatnya malam kamis subuh beliau menghembuskan nafas terakhir berpulang ke Rahmatullah.  Beliau dimakamkan di kubah Jl. Kertak Baru Pekauman Martapura. 



 


Minggu, 18 Maret 2012

KH. Anang Sya'ranie Arief



K.H. ANANG SYA’RANI ARIF
K.H. Anang Sya'rani Arif adalah termasuk ulama besar yang dimiliki oleh Darussalam, dilahirkan pada tahun 1914 M di Kampung Melayu Ilir Martapura.  Pada masa perkembangannya beliau dididik dan diawasi langsung oleh K.H. Kasyful Anwar dan belajar pada alim ulama di kota Martapura, selanjutnya Beliau diutus oleh KH. Kasyful Anwar bersama beberapa pemuda lain untuk menuntut ilmu di Makkatul Mukarromah pada tahun 1330 H hingga menjadi seorang yang alim dan faqih, diantara guru-guru beliau adalah : Syech Umar Hamdan, Syech Muhammad Ali bin Husin Al-Maliki, Syech Ahyad Al-Bogori Syekh Amin Kutbi, dan banyak lagi yang lainnya.  Dan karena kealimannya Beliau sempat dipercaya untuk mengajar di Makkah Mukarromah hingga kembali ke Martapura tahun 1940 M.

Pada tahun 1959 Beliau dipercaya oleh KH. Abdul Qodir Hasan Pimpinan PP. Darussalam untuk menggantikannya sebagai pimpinan PP. Darussalam hingga tahun 1969.  Pada masa kepemimpin beliau pondok diberi nama “Madrasah Islam Darussalam”.  Beliau menetapkan tingkatan madrasah dengan tingkatan Ibtidaiyah 2 tahun, Tsanawiyah 2 tahun, Aliyah 3 tahun, serta menambah “Isti’dadul Muallimin” dan fakultas “Syariah Darussalam” sebagai tingkatan perguruan tinggi. Beliau juga membentuk Majelis Syuyukh yakni majelis para ulama tempat mereka bermusyawarah memutuskan perkara agama, disamping itu juga mengadakan pengajian khusus guru-guru di rumah beliau.

Diantara Kitab susunan beliau adalah Tanwiruth Thullab (Ilmu usul hadist) dan Hidayatuzzaman (Hadist tentang akhir zaman).  Sebelum beliau wafat berwasiat dan menunjuk K.H. Salim Ma’ruf sebagai pengganti beliau menjadi pimpinan.  Pada tanggal 14 Jumadil Awwal (1969 M) beliau berpulang kerahmatullah.  Tempat pemakaman beliau di Kubah Kampung Melayu Tengah Martapura.

K.H. Abdul Qodir Hasan


K.H. ABDUL QODIR HASAN
KH. Abdul Qodir Hasan dilahirkan pada tahun 1891 di Kampung Tunggul Irang Martapura. Beliau dikenal sebagai sesepuh di Pondok Pesantren Darussalam dan seringkali dipanggil dengan sebutan Guru Tuha. Beliau adalah orang yang menjadi tangan kanan KH. Kasyful Anwar saat menjabat sebagai Pimpinan PP. Darussalam tahun 1922 s/d 1940 dan kemudian menggantikan sebagai pimpinan setelah KH. Kasyful Anwar wafat dari tahun 1940 s/d 1959.

Pendidikan beliau adalah mengaji di Martapura diantaranya adalah dengan K.H. Abd Rahman Tunggul Irang dan K.H. Kasyful Anwar. Beliau juga mengaji keluar daerah di Pulau Madura dengan KH. Kholil Bangkalan, dan di Pulau Jawa dengan KH. Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang (pendiri Nahdlatul Ulama/NU), dan sempat pula belajar di kota Makkah Al Mukarramah.

KH. Abdul Qodir Hasan termasuk murid yang paling disayangi oleh KH. Hasyim Asy'ari dan dipercaya untuk mendirikan cabang Nahdlatul Ulama (NU) pertama di luar Pulau Jawa yakni di Kota Martapura setelah mengikuti Muktamar NU pertama tanggal 21 Oktober 1926 di Surabaya. Dan dari kota Martapura inilah Beliau mendirikan dan melantik cabang-cabang organisasi NU di beberapa wilayah di Pulau Kalimantan sebagai rais syuriah pada masa itu. Di masa kepemimpinannya sebagai pimpinan pondok dan rais NU, Beliau melaksanakan pertemuan rutin setiap bulan di aula pondok Darussalam yang dihadiri oleh seluruh tuan-tuan guru yang ada di kota Martapura dan sekitarnya untuk membahas persoalan agama yang timbul di masyarakat (bahtrsul masa'il) dan ditutup dengan tahlilan, acara ini disebut dengan istilah lailatul ijtima hasil bahtsul masail ini kemudian disebarkan kepada masyarakat.

Sejak pimpinan K.H. Kasyful Anwar sampai pimpinan K.H. Abdul Qodir Hasan, tidak sedikit guru pengajar di Darussalam yang ditugaskan mengajar agama Islam keluar daerah seperti Sampit, Pontianak, Kota Waringin, Kotabaru, Purukcahu dan daerah duluar Kal-Sel lainnya.

Pada masa pendudukan Jepang Pondok Pesantren Darussalam dipaksa untuk menjadi asrama tentara Jepang, namun oleh Baliau sebagai pimpinan pendidikan masih tetap terus dijalankan dengan disebarkan di rumah-rumah guru pengajar dan terus istiqomah kegiatan sekolah dijalankan seperti itu hingga Jepang keluar dari Martapura tahun 1945.  Pada zaman zaman revolusi tahun 1348 H Beliau bertindak sebagai sesepuh gerakan gerilya di Kalimantan, memberikan semangat dan kekuatan moril bagi para pejuang gerilya yang berusaha mengusir tentara Belanda yang kembali hendak menjajah tanah air.  Pada tahun selanjutnya awal kemerdekaan RI beliau turut aktif memulihkan keamanan bersama-sama dengan almarhum K.H. Zainal Ilmi Dalam Pagar Martapura.

Beliau Wafat pada hari Sabtu, tanggal 11 Rajab 1398 H / 17 Juni 1978 M.  Tempat pemakaman beliau di kubah jalan Masjid Agung Al-Karomah Pasayangan Martapura.

Jumat, 16 Maret 2012

KH. Kasyful Anwar

KH. KASYFUL ANWAR
KH. Kasyful Anwar adalah ulama besar Martapura yang dilahirkan pada permulaan abad ke-20. Dari beliaulah muncul para ulama-ulama besar seperti KH.Anang Sya'rani Arif, KH. Husin Qadri, KH. Syarwani Abdan, KH. Seman Mulia, KH.Salim Ma'ruf, KH. Abdul Qadir Hasan, KH. M. Zaini Ghani, dan lain-lain, boleh dikatakn beliau adalah hadlratus syaikh ulama Martapura pada masa itu. Beliaulah yang meletakkan dasar bagi dibentuknya sistem pendidikan formal Pondok Pesantren Darussalam dari semula berbentuk majelis ta'lim (madrasah Darussalam)yang diprakarsai oleh KH. Jamaluddin dan KH.Hasan Ahmad (tahun 1914), majelis ta'lim itu beliau beri nama “Madrasah Imad Fi Ta’limil Aulad Darussalam”, dan dengan izin Allah SWT berkat kecerdikan dan karomah Beliau pondok pesantren ini menjadi mercusuar yang menerangi seluruh pelosok Kalimantan dengan cahaya ilmu dan barokah yang luar biasa.

Beliau dilahirkan pada malam Selasa tanggal 4 Rajab 1304 H (di kampung Melayu Martapura).  Pendidikan beliau mengaji dengan para Alim Ulama, diantaranya Al-Allimul Allamah H. Ismail (ayah beliau sendiri), Syech Abdullah Khotib (buyut dari Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari), mengaji di makkatul Mukarromah dari tahun 1313 s/d 1330 H. dan karena kepandaiannya beliau sempat dipercaya untuk mengajar di Masjidil Harom selama 3 tahun  Diantara Guru-guru beliau adalah :
1.      Habib Ahmad bin Hasan
2.      Syech Umar Hamdan
3.      Syech Muhammad Yahya bin Muhammad Abu Liman
4.      Syech Muhammad Ali bin Husin bin Ibrohim Al-Maliki
5.      Syech Muhammad bin Abu Bakar Ba Junaid
6.      Syech Sayyid Ahmad bin Abu Bakar bin Muhammad Syattho
7.      Syech Muhammad bin Muhammad Ba Fadhol
8.      Syech Muhammad Ahyad bin Idris Al-Bogori
9.      Syech Muhammad Said Yamani
10.  K.H. Muhammad falaq, dan lain-lain

K.H. Kasyful Anwar adalah tokoh terbesar yang sangat berjasa pada pembinaan Pesantren ini, beliau memimpin / mendidik dengan penuh pengorbanan waktu, tenaga, fikiran, dan harta dihabiskannya untuk ketinggian agama Islam melalui PP.Darussalam. Beliau menjabat sebagai pimpinan mulai tahun 1922 s/d 1940.

Diantaranya kitab susunan beliau adalah :
-  Durusutthasrif 4 juz                                     
-  Risalah Fittauhid                                         
-  Risalah Fiqhiah
-  Risalah Tajwidil Qur’an
-  Hasbuna, tentang sholawat Rosul
-  Risalah Fissirah Sayyidil Mursalin                                          
-  Terjemah Hadist Arbain dan Syarahnya ke dalam bahasa Indonesia dan Arab Melayu


Beliau wafat pada malam Senin tanggal 18 Syawal 1359 H.  Tempat pemakaman beliau di kubah Kampung Melayu Martapura.
Powered By Blogger

Yayasan Ponpes Darussalam Martapura

Pengikut

Cari Blog Ini