Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Mei 2012

PENGUMUMAN PENDAFTARAN SANTRI/WATI BARU PP. DARUSSALAM MARTAPURA Tahun Ajaran 2012-2013

PENGUMUMAN PENDAFTARAN SANTRI/WATI BARU
PP. DARUSSALAM MARTAPURA Tahun Ajaran 2012-2013

Diberitahukan kepada semua Calon Santri Santri/ wati PP.Darussalam Martapura dan masyarakat pada umumnya bahwa :

Pondok Pesantren Darussalam Martapura menerima calon Santri/wati baru untuk semua tingkatan PP. Darussalam Martapura ; Diniyah Awwaliyah, Wustho, Ulya (putra dan putri) Tahun Ajaran 2012-2013 dimulai pada Tanggal 10 Juni s/d 30 Juni 2012 bertempat di PP. Darussalam Martapura Jl. KH. Kasyful Anwar Pasayangan Martapura, pada tiap hari kecuali hari Jum'at dan Hari Besar Islam dimulai jam 09.00 s/d 13.00 waktu setempat.

Persyaratan Pendaftaran Santri/Wati Baru Tahun Ajaran 2012-2013.
1. Membawa Surat Kelakuan Baik Dari Desa/Kelurahan Setempat.
2. Membawa Fotocopy Ijazah Dan Raport Nilai Terakhir dari Sekolah/Madrasah Sebelumnya(*)
3. Membawa Pas Foto Ukuran 2x3 Sebanyak 4 Lembar
4. Membayar Biaya Administrasi Pendaftaran Santri/Wati Baru.

Persyaratan Pendaftaran Santri Lama.
1. Membawa/Memperlihatkan Kartu Ujian Akhirussanah
2. Membawa Pas Foto ukuran 2x3 Sebanyak 4 Lembar
3. Membayar Biaya Administrasi Pendaftaran Santri/Wati Lama.

Biaya Administrasi Pendaftaran Santri/Wati Baru Dan Lama.

Biaya Pendaftaran + SPP 2 Bulan = Jumlah
Tingkat Ulya Putra/i Baru Rp.350.000 + Rp.80.000 = Rp.430.000,-
Tingkat Ulya Putra/i Lama Rp.200.000 + Rp.80.000 = Rp.280.000,-
Tingkat Wustho Putra/i Baru Rp.250.000 + Rp.70.000 = Rp.320.000,-
Tingkat Wustho Putra/i Lama Rp.150.000 + Rp.70.000 = Rp.220.000,-
Tingkat Awwaliyah Putra/i Baru Rp.200.000 + Rp.60.000 = Rp.260.000,-

* Biaya Formulir Sebesar Rp.25.000

Catatan :
(*) Apabila belum lulus atau ijazah belum dikeluarkan oleh sekolah/madrasah asal calon santri/wati baru bisa membawa Surat Keterangan Lulus Sementara dari sekolah/madrasah yang bersangkutan.
- Diharapkan agar sesegeranya mendaftar karena tempat/lokal terbatas.
- Awal Belajar santri/wati Baru tanggal 1 Juli 2012, sedangkan untuk santri/wati lama tanggal 2 Juli 2012.
BROSUR PP. DARUSSALAM MARTAPURA BISA DI DOWNLOAD DI SINI
FORMULIR PENDAFTARAN BISA DI DOWNLOAD DI SINI

Senin, 09 April 2012

Pengumuman Ujian Akhirussanah 2012


PENGUMUMAN
No.04/SKUM/PU/IV – 2012

UJIAN AKHIRUS-SANAH DAN LIBUR AKHIR TAHUN AJARAN 2011-2012
Kepada  semua Santri/wati seluruh tingkatan diberitahukan bahwa :
1.    Pendaftaran Ujian Akhirussanah dimulai tanggal 01 Mei s/d 15 Mei 2012
-         Ujian Tingkatan kepada Tata Usaha (T.U.) masing-masing tingkatan
-         Ujian Kelas-kelas kepada Penerima SPP masing-masing
2.   Hari terakhir belajar pada hari Selasa, 15 Mei 2012
3.   Libur Menjelang Ujian selama 3 hari mulai hari Rabu, 16 Mei s/d Jum’at, 18 Mei 2012
4.  Ujian Tingkatan (kelas III Ulya dan Wustha, dan kelas IV Awwaliah) di mulai Hari Sabtu, Tgl 19 Mei s/d Kamis Tgl 24 Mei 2012.  Selama ujian Tingkatan berlangsung, santri/ wati yang akan mengikuti Ujian kelas-kelas diliburkan
5.   Ujian kelas-kelas (kelas I & II Ulya, kelas I & II Wustha, dan kelas I s/d III Awwaliah) di mulai pada hari Sabtu, Tgl 26 Mei s/d Kamis Tgl 31 Mei 2012
6.   Jumlah ALPA dalam absensi semester tidak boleh lebih dari 20 hari, apabila melebihi dari jumlah yang ditentukan maka tidak akan diikutsertakan dalam ujian
7.   Raport nilai santri/wati semua tingkatan maupun kelas harus dikumpul kepada guru/ wali kelas/ pengawas ujian yang bersangkutan, selambatnya pada akhir ujian tingkatan dan akhir ujian kelas.
8.   Biaya pendaftaran ujian Akhirussanah :
Kelas
Ujian Tingkatan
Ujian Kelas-kelas
Ulya 
Rp. 100.000
Rp. 40.000
Wustho
Rp.  85.000
Rp. 35.000
Awaliyah
Rp.  75.000
Rp. 30.000
9.   Pengumuman kelulusan bagi Santri/wati yang mengikuti ujian Tingkatan pada hari Kamis, Tgl 14 Juni 2012
10. Pembagian raport untuk kenaikan kelas pada hari Kamis, tgl 28 Juni 2012
Demikian hal ini disampaikan untuk diketahui

Martapura, April 2012
Ttd,
Sekretariat PP.Darussalam Martapura

Sabtu, 07 April 2012

Sekilas Profil PP. Darussalam Martapura


PROFIL PONDOK PESANTREN DARUSSALAM

A.      Latar Belakang
Kota Martapura ibukota kabupaten Banjar Kalimantan Selatan adalah kota tua bekas ibukota Kerajaan Islam Banjar yang pernah berdiri pada abad ke-15 sampai berakhir pada abad ke 19. Bagi masyarakat Banjar kota ini memiliki sejarah relijiusitas yang mendalam dimana dilahirkan di kota ini ulama-ulama besar yang menjadikan kota ini sebagai pusat penyebaran agama Islam ke seluruh penjuru tanah Banjar bahkan ke peosok Pulau Kalimantan. Ulama besar yang dikenal seperti Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary dengan didukung oleh Sultan Banjar mendirikan suatu lembaga pendidikan pesantren di desa Dalam Pagar Martapura yang berhasil melahirkan banyak ulama dan da’i yang kemudian atas perintah Beliau menyebar ke seluruh penjuru Kalimantan untuk menyebarluaskan syiar agama Islam.
Seiring berjalannya waktu pasca wafatnya Syekh Arsyad (th. 1777) dan dibubarkannya kesultanan Banjar oleh Belanda (th. 1876), kota Martapura masih tetap bertahan sebagai pusat studi ilmu-ilmu agama di Kalimantan. Pesantren Dalam Pagar dan majelis-majelis ta’lim di masjid, langgar/surau dan rumah-rumah para ulama Martapura menjadi sumber mata air bagi mereka yang haus akan ilmu, amalan dan barokah. Zuriat Syekh Arsyad dan murid-muridnya dari Martapura telah menyebar ke berbagai pelosok untuk meneruskan perjuangannya sebagai “waratsatul anbiya” dengan sepenuh hati berdakwah bil hal maupun bi lisan dan memprakarsai berdirinya basis-basis baru penyebaran agama Islam di beberapa daerah seperti di Alabio, Amuntai, Pleihari, Rantau, Samarinda, Sambas, Tembilahan Riau, dan lain-lain.
Momen yang amat penting terjadi pada permulaan abad ke-19 dimana ide-ide pembaharuan dari Jamaluddin Al Afghani dan pembaharu-pembaharu lainnya telah sampai di Nusantara tidak terkecuali di Martapura. Persatuan bangsa Indonesia udah mulai terwujud, antara lain dengan telah terbentuknya Syarikat Dagang Islam (SDI). Pada waktu ini pendidikan dan pengajaran Islam masih berwujud tradisional, masih berlangsung di mushalla/surau atau di rumah tuan guru/ulama, namun ide-ide pemabaharuan pendidikan sudah dirasakan oleh para tuan guru/ulama tersebut. Dorongan untuk melakukan pembaruan semakin menguat manakala pemerintah kolonial Belanda mendirikan sekolah-sekolah umum yang tujuannya untuk mengokohkan kepentingan kolonial dan missi kristenisasi yang terselubung. Puncaknya terjadi pada hari Selasa tanggal 20 Sya’ban 1332 H./14 Juli 1914 M dengan dimotori oleh KH. Djamaluddin, salah seorang ulama terkemuka atas hajat masyarakat Islam dan mufakat dari para ulama, zu’ama, tokoh masyarakat, dan hartawan diprakarsai berdirinya lembaga pendidikan Islam dengan nama “Madrasah Darussalam” di kampong Pasayangan Martapura. Madrasah yang kemudian berkembang menjadi pesantren ini memiliki peran penting bagi sejarah perkembangan Islam di Kalimantan Selatan dan menjadi acuan bagi perkembangan madrasah/pesantren lain yang berdiri kemudian di daerah tersebut. KH. Jamaluddin sendiri dikenal sebagai pendiri sekaligus pimpinan pertama madrasah tersebut (1914 s/d 1919), beliau dikenal pula sebagai presiden Syarikat Islam (SI) pada Onder Afdelling Martapura yang meliputi wilayah yang sekarang ini adalah Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Laut. Ketika wafat beliau digantikan oleh KH. Hasan Ahmad (1919 s/d 1922).
B.       Perkembangan Pesantren
Pada awal berdirinya, pesantren Darussalam tampil dengan sistem pengajaran tradisional.  Materi-materi yang diajarkan terbatas hanya di bidang keagamaan.  Begitu pula, bangunan pesantren masih sangat sederhana yakni menempati sebuah rumah yang berukuran 10 x 20 m yang dibeli dari seorang tionghoa kemudian dirombak, ditambah dan disesuaikan sebagai madrasah pada waktu itu. Kegiatan pengajaran dilakukan dengan cara halaqah, dimana para murid duduk bersimpuh mengelilingi guru sambil mendengarkan materi keagamaan yang diberikan. Pendidikan dan pengajaran semacam ini tidak mengenal kelas atau batasan umur, anak-anak dan orang dewasa bercampur menjadi satu kelompok dengan tanpa ada evaluasi belajar.
Perkembangan pesantren Darussalam mengalami lompatan besar ketika pesantren dipimpin KH. Kasyful Anwar, beliau menggantikan KH. Hasan Ahmad menjadi pimpinan pesantren dari tahun 1922 hingga 1940.  Pada periode itulah, sejumlah pembaharuan dilakukan dalam rangka meningkatkan pendidikan pesantren diantaranya ialah  mengganti nama Madrasah Islam Darussalam mejadi “Madrasatul ‘imad fi Ta’limil Aulad Darussalam” selanjutnya Beliau melakukan pemugaran gedung lama diganti gedung baru yang bertingkat semi permanen dengan bahan dasar kayu ulin.  Gedung itu memiliki enam belas lokal, yang digunakan baik sebagai ruang belajar maupun kantor.
Selain itu, aspek terpenting dari pembaharuan yang dilakukan KH. Kasyful Anwar adalah memperkenalkan sistem klasikal/ madrasah pada sistem pendidikan tradisional dengan sistem kelas berjenjang.  Mulai dari Tahdiriyah selama 3 tahun, Ibtidaiyah 3 tahun, dan Tsanawiyah 3 tahun. Untuk kepentingan pengajaran Beliau telah menetapkan kitab-kitab standard dan mengarang beberapa kitab untuk menjadi acuan pelajaran yang diberikan di madrasah itu. Selanjutnya KH. Kasyful Anwar dipandang sebagai mu’assis/pendiri sistem pendidikan ala pesantren di PP. Darussalam Martapura.
Setelah wafatnya KH. Kasyful Anwar (1940) beliau digantikan oleh KH. Abdul Qadir Hasan. Pada periode ini terjadi pergolakan besar di Martapura dimana tentara Dai Nippon (Jepang) menguasai Martapura dan mereka memaksa bangunan pesantren untuk dijadikan asrama tentara pendudukan Jepang, namun oleh KH. Abdul Qadir Hasan kegiatan belajar mengajar tetap diteruskan dengan menjadikan rumah-rumah para guru sebagai kelas tempat belajar. Pada masa selanjutnya KH. Abdul Qadir Hasan bersama murid-muridnya ikut berperan dalam pemulihan keamanan pasca revolusi kemerdekaan.
Perkembangan situasi tenang dan kondusif pasca revolusi membuat perkembangan pesantren Darussalam menjadi sangat pesat. Selanjutnya Pesantren Darussalam dipimpin berturut-turut oleh KH. Anang Sya’rani Arief (1959 s/d 1969) dan KH. Salim Ma’ruf (1969 s/d 1976). Perkembangan fisik terlihat pada perbaikan bangunan fisik dan bertambahnya jumlah guru dan santri yang berdatangan dari berbagai penjuru daerah di Kalimantan. Perkembangan penting pada sistem pengajaran terjadi dimana ditetapkan jenjang pendidikan tahdiriyah 2 tahun, awaliyah 4 tahun, tsanawiyah/wustha 3 tahun, dan aliyah/ulya 3 tahun. Disamping itu juga dibentuk lembaga pendidikan khusus untuk mempersiapkan guru agama (semacam PGA) yang disebut “Isti’dadul Mu’allimin” 6 tahun dengan memasukan pula kurikulum pelajaran umum di dalamnya. Selain itu juga didirikan Fakultas Syari’ah Darussalam sebagai tingkatan perguruan tinggi bagi santri yang sudah lulus tingkatan aliyah/ulya. Pada periode ini pula dibentuk “majelis syuyukh” yakni majelis para ulama/guru yang mengajar di Darussalam dimana dilaksanakan pengajaran/pengajian khusus untuk para guru yang diasuh oleh pimpinan pesantren dan musyawarah membahas berbagai persoalan di pesantren maupun di masyarakat.
Pada perkembangan berikutnya periode kepemimpinan KH. Badruddin (1976 s/d 1992) . lembaga pendidikan ini diresmikan namanya sebagai “Pondok Pesantren Darussalam Martapura”. Pada periode ini modernisasi pesantren Darussalam terus berlangsung sejalan dengan perkembangan masyarakat sekitar.  Kebutuhan masyarakat sekitar terhadap pendidikan yang makin beragam – yang tidak hanya terbatas dibidang keagamaan – senantiasa memperoleh perhatian yang sangat besar dari pengelola pesantren Darussalam.  Oleh karena itu, saat ini pesantren Darussalam tidak hanya mendirikan lembaga pendidikan Islam madrasah, tapi juga lembaga pendidikan umum. Pesantren telah mendirikan SMP, SPP-SPMA (Sekolah Pertanian yang menggunakan kurikulum dari Departemen Pertanian), dan STM/SMK yang mengacu pada Depdiknas, serta memperbaharui Fakultas Syariah Darussalam menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) dengan kurikulum Depag/IAIN. Untuk kepentingan itu telah dibuka lokasi baru diatas tanah 10 Ha yakni di Jl.Perwira Tanjung Rema Darat Martapura dijadikan kompleks gedung-gedung sekolah dan asrama guru/santri milik pessantren Darussalam.
Periode selanjutnya kepemimpinan KH. Abdussyukur (1992 s/d 2007) perkembangan signifikan adalah pada bangunan fisik pesantren dimana telah direnovasi bangunan lama peninggalan KH. Kasyful Anwar yang sebelumnya dua tingkat berbahan dasar kayu ulin dirombak menjadi bangunan beton permanen setinggi tiga tingkat. Disamping itu bangunan-bangunan baru juga telah didirikan baik di lokasi lama maupun di lokasi baru kesemuanya itu dilakukan untuk mendukung aktifitas belajar mengajar dan pelayanan bagi para “tholibul’ilmi” yang jumlahnya telah mencapai puluhan ribu orang.
Pada periode ini juga didirikan “Pesantren Tahfidz al-Qur’an Darusalam” yakni pesantren khusus tempat menghafal dan mengkaji ilmu-ilmu al-Qur’an, dan “Fakultas Fiqhiyah Ma’had Aly Darussalam” yakni perguruan tinggi setingkat diploma dengan kajian khusus ilmu fiqih dan ushul fiqih dengan kurikulum pesantren. Disamping itu, STIS Darussalam dengan kurikulum IAIN/Depag yang sebelumnya sudah ada ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darussalam dengan penambahan fakultas/jurusan baru, dan telah mendapatkan status terkreditasi/diakui oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).
Setelah wafatnya KH. Abdussyukur (2007) kepemimpinan Pesantren Darusalam diteruskan oleh KH. Khalilurrahman. Pada periode ini telah dijajaki pengembangan pesantren untuk kemajuan yang lebih baik dengan berusaha membenahi manajemen pesantren, pengelolaan keuangan yang teratur dan profesional, serta koordinasi antar tingkatan dan unit-unit lembaga pendidikan, dan sebagainya. Untuk itu telah dilakukan upaya-upaya diantaranya ialah mengadakan studi banding bersama unsur pimpinan dan guru-guru pesantren Darussalam ke PP. Darul Ulum Jombang Jawa Timur (2009). Disamping itu juga dilakukan pembenahan terhadap organisasi dan tata kelola Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Martapura sebagai induk dari semua unit-unit lembaga pendidikan Darussalam.
C.      Ciri Khas Pesantren
Sebagaimana pesantren pioneer lainnya, pesantren Darussalam Martapura juga mengembangkan ciri khas/keunggulan yang mendorong para santri untuk terus berdatangan kepara santri ke pesantren ini.  Adapun ciri khas pesantren ini

  1.  Kurikulum pesantren mengacu pada kitab kuning standar (kitab mu’tabarah) dan referensi yang sejalan dengan ahlussunnah wal jama’ah madzhab Syafi’i, sementara sekolah menggunakan sistem klasikal. Sebagaimana tradisi keilmuan klasik ala pesantren sistem pembelajaran menggunakan cara sorogan yakni guru membacakan kitab dan menjelaskan isinya santri menyimak dengan kitabnya masing dan men-dhobit berdasarkan penjelasan guru, dan wetonan yakni murid membacakan kitab bergantian dengan disimak oleh gurunya. Setiap khatam pembacaan kitab diberikan sanad ijazahnya oleh guru dan diadakan semacam acara selamatan.
  2. Berbeda dengan umumnya pesantren di pulau Jawa yang terpusat pada satu lokasi dengan asrama santri dan jadwal kegiatan yang diatur sedemikian rupa, Pesantren Darussalam tidak memiliki asrama khusus untuk santri maupun guru, para santri sepulang sekolah masing-masing kembali ke kediamannya dan mengatur jadwal sendiri untuk mendalami ilmu yang telah dipelajarinya di sekolah dengan mendatangi guru-guru yang membuka majelis ta’lim di rumahnya masing-masing.
  3.  Pesantren memiliki hubungan sangat dekat dengan masyarakat (Community Based Institution), hal ini disebabkan lokasi pesantren yang berbaur di tengah pemukiman penduduk serta aktifitas pengajaran yang tidak terfokus di sekolah melainkan juga di rumah-rumah para guru yang menyebar di seputar kota Martapura (dengan membuka majelis ta’lim khusus atau yang terbuka untuk masyarakat umum). Banyaknya para santri dan masyarakat yang berlalu lalang seputar kota untuk sekolah dan mengaji menjadikan Martapura seolah menjadi pesantren besar.

D.      Penyelenggaraan Pendidikan
Masyarakat Martapura pada umumnya dikenal sangat agamis, mereka sangat mendukung berbagai kegiatan pesantren dan menjadikan guru Darussalam sebagai panutan dan pemimpin acara keagamaan di masyarakat, sebaliknya sebagai bagian dari masyarakat pesantren Darussalam tak bisa melepaskan keterkaitannya dengan masyarakat. karena itu, dukungan tersebut selanjutnya disambut pesantren dengan mendirikan berbagai lembaga pendidikan modern yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi wilayah disamping tetap mempertahankan model pendidikan diniyah salafiyah.
Lembaga-lembaga pendidikan yang berada di bawahan naungan Pondok Pesantren Darussalam tersebut adalah :
  1. .Diniyah Tahdiriyah,,yakni pendidikan diniyah tingkat dasar (2 tahun) dengan kurikulum pesantren.
  2.  Diniyah Awwaliyah, yakni pendidikan diniyah dasar tingkat lanjut (4 tahun) dengan kurikulum pesantren.
  3. Diniyah Wustha, yakni pendidikan diniyah tingkat menengah (3 tahun) dengan kurikulum pesantren.
  4. Diniyah Ulya, yakni pendidikan diniyah tingkat atas (3 tahun) dengan kurikulum pesantren.
  5. MA Mu’alimin, pendidikan setingkat madrasah aliyah (3 tahun) dengan kurikulum Kemenag dan tambahan kurikulum pesantren.
  6. SMP Darussalam, pendidikan umum swasta tingkat menengah pertama (3 tahun) dengan kurikulum Diknas.
  7. STM-SMK Tekhnik Darussalam, pendidikan tingkat atas kejuruan bidang tekhnik (3 tahun) dengan kurikulum diknas.
  8. STAI Darussalam, pendidikan tingkat perguruan tinggi jurusan syariah, tarbiyah, dan ushuluddin (4 tahun) dengan kurikulum IAIN/kemenag dan pesantren
  9. Pondok Tahfidz dan Ilmu-ilmu al-Qur’an, pendidikan khusus menghafal dan kajian ilmu-ilmu Al Qur’an (4 tahun) kurikulum pesantren.
  10. Ma’had Aly Darussalam, pendidikan lanjutan setingkat perguruan tinggi/diploma (2 tahun) khusus kajian fiqhiyah dengan kitab-kitab klasik sebagai rujukan menggunakan kurikulum pesantren.
  11.  Takahsus Diniyah, pendidikan diniyah khusus bagi orang dewasa yang sudah bekerja menggunakan kurikulum pesantren. 

Jumat, 23 Maret 2012

Daftar Kitab Tingkat Ulya PP. Darussalam


الفصل الاول
المؤلفون
اسماء الكتب
الفن
الرقم
الشيخ  ابراهيم البجورى
تحفة المريد
توحيد
1
شيخ   زين الدين الملبارى
اعانة الطالبين
فقه
2
الشيخ  محمد بن محمد الراعينى
شرح قرة العين
اصول فقه
3
الشيخ جلال الدين السيوطى
النقاية
اصول  تفسير
4
-
طلعة الانوار
اصول  حديث
5
شيخ  محمد رضا
محمد رسول الله
تاريخ
6
الشيخ  محمد بن محمد سبط المارديبى
شرح رحبية
فرائض
7
الشيخ  محمد بن محمد الدمنهورى
مختصر الشافى
عروض
8
الشيخ   بحرق اليمنى
شرح لامية الافعال
صرف
9
الشيخ محمد بن  مالك
شرح ابن عقيل
نحو
10
الشيخ  احمد الدمنهورى
شرح جوهر المكنون
منطق
11
الشيخ  عبد الرحمن الاخضرى
شرح الاحضرى
بلاغة
12
الشيخ جلال الدين المحلىوالسيوطى
جلالين
تفسير
13
شيخ  زين الدين احمد
تجريد الصريح
حديث
14
الشيخ  محمد نواوى  الجاوى
مراقى العبودية
اخلاق
15

الفصل الثانى

المؤلفون
اسماء الكتب
الفن
الرقم
الشيخ  ابراهيم البجورى
تحفة المريد
توحيد
1
الشيخ زكريا ء الانصارى
فتح الوهاب
فقه
2
الشيخ  ابو اسحاق الشيرازى
اللمع
اصول فقه
3
الشيخ  سيد محسن المساوى
نهج التيسير
اصول  تفسير
4
الشيخ  حسن المشاط
رفع الاستار
اصول  حديث
5
الشيخ جلال الدين السيوطى
تاريخ الخلفاء
تاريخ
6
الشيخ  عبد الله  الشنسورى
الشنسورى
فرائض
7
الشيخ  اسماعيل بن ابى بكر
اشرف الوافى
عروض
8
الشيخ  ابراهيم البجورى
فتح الخبير اللطيف
صرف
9
الشيخ محمد بن  مالك
شرح ابن عقيل
نحو
10
الشيخ  احمد الدمنهورى
شرح جوهر المكنون
منطق
11
شيخ   حسن ادروس القويسينى
القويسينى
بلاغة
12
الشيخ  محمد نواوى  الجاوى
مراح اللبيد
تفسير
13
شيخ   امام مسلم
صحيح مسلم
حديث
14
شيخ  سيد بكرى المكى
كفاية الاتقياء
اخلاق
15

الفصل الثالث

المؤلفون
اسماء الكتب
الفن
الرقم
شيخ  محمد بن  يوسف  السنوسى
شرح  ام البراهين
توحيد
1
الشيخ زكريا ء الانصارى
فتح الوهاب
فقه
2
الشيخ  ابو اسحاق الشيرازى
اللمع
اصول فقه
3
شيخ  محمد بن احمد  الكلبى
كتاب التسهيل لعلوم التنزيل
اصول  تفسير
4
شيخ  محمد محفوظ  بن عبد الله الترمسى
منهج ذوى النظر
اصول  حديث
5
الشيخ جلال الدين السيوطى
تاريخ الخلفاء
تاريخ
6
الشيخ  عبد الله  الشنسورى
الشنسورى
فرائض
7
الشيخ  اسماعيل بن ابى بكر المقرى
علم القولفى
عروض
8
شيخ  امام ابو حنيفة  الكوفى
المطلوب
صرف
9
الشيخ محمد بن  مالك
شرح ابن عقيل
نحو
10
الشيخ  احمد الدمنهورى
شرح جوهر المكنون
منطق
11
الشيخ  زكرياء الانصارى
شرح ايسا غوجى
بلاغة
12
الشيخ  محمد نواوى  الجاوى
مراح اللبيد
تفسير
13
شيخ   امام مسلم
صحيح مسلم
حديث
14
شيخ  امام  الغزالى
منهاج العابدين
اخلاق
15
Powered By Blogger

Yayasan Ponpes Darussalam Martapura

Pengikut

Cari Blog Ini