Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Maret 2012

MISKIN DAN KAYA

Miskin dan kaya
Suatu hari seorang darwis sedang berdoa dengan khusyuk. Seorang saudagar kaya mengamatinya dan tersentuh karena kekhusyuannya. ia menawarkan sekantung penuh uang,"aku tahu kau akan menggunakan uang ini di jalan Tuhan. Ambillah uang ini."
Aku tak yakin apakah aku berhak untuk mengambil uangmu. Apakah kau orang kaya? apakah kau punya uang lebih dirumahmu?" "oh, iya. Setidaknya aku punya seribu keping emas di rumahku," saudagar itu berkata dengan bangga.
Apa kau ingin seribu keping emas lagi? Tentu saja. setiap hari aku bekerja keras untuk mendapatkan lebih banyak uang lagi.
Dan setelah itu, apa kau ingin punya lebih banyak lagi ribuan keping emas?
"pasti. Setiap hari, aku berdoa agar aku dapat menghasilkan lebih banyak uang untukku." kata saudagar.
Darwis lalu menyerahkan sekantung keping emas kembali kpada saudagar. " Maaf aku tak dapat mengambil emasmu, seorang yang kaya tak berhak untuk mengambil uang dari seorang pengemis."
Bagaimana kau ini? enak saja kau sebut dirimu orang kaya dan kau panggil aku pengemis!" saudagar itu marah2.
Sang Darwis menjawab, " Aku adalah orang kaya karena aku puas dengan apa saja yang Tuhan berikan kepadaku. Sementara kau adalah pengemis, karena tidak peduli berapa banyak yang kau miliki, kau selalu tidak puas, dan selalu meminta lebih kepada Tuhan."

KISAH PENEBANG KAYU

Kisah Penebang Kayu
Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.

RAHASIA KAYA RAYA PENUH BERKAH

  • Rahasia Kaya Raya Penuh Berkah
    Ini sebuah tulisan dari Bapak Probo Jatmiko yang telah di edit agar lebih ringkas dan memudahkan kita mengambil pelajaran dari pengalaman beliau. (dari grup kumpulan orang bahagia)

    Pak Jatmiko bertemu dengan seorang pengusaha . Beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain dengan penghasilan mencapai Rp 1 Milyar per bulannya.

    Peristiwa ini terjadi beberapa tahun yang lalu, saat penghasilan pengusaha tsb masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Mari kita lanjutkan cerita Pak Jatmiko.

Sabtu, 17 Maret 2012

SEMBUNYIKANLAH KEBAIKAN

Suatu hari Umar r.a. berjalan ke masjid, beliau melihat Muadz bin Jabal menangis di kuburan Rasulullah saw, lalu Umar bertanya: Apa yang membuatmu menangis? Muadz menjawab: hadist Rasulullah saw yang membuatku menangis, beliau bersabda: Sedikit riya' (beramal agar dipuji atau karena manusia) merupakan syirik, barangsiapa yang memusuhi kekasih Allah maka ia telah menantang Allah, sesungguhnya Allah mencintai orang solih yang bertaqwa dan tersembunyi, ketika mereka pergi tidak ada yang merasa kehilangan, ketika mereka datang tidak ada yang tahu, hati mereka adalah lentera petunjuk, mereka selalu keluar dari problematika dan malapetaka. (Mustadrak Hakim)
‎"sembuyikanlah kebaikanmu seperti kau menyembunyikan kejelekanmu"
(Robi'ah Adawiyah)

Renungan Kata Bunda

 
saat kau kecil kau bertanya kepadaku | "bunda, mengapa semua orang bebas bermain berkejar-kejar, sementara aku harus belajar?" Seringkali engkau menangis mengadu | "bunda, mengapa saat temanku dikelilingi mainan, sementara aku harus menghafalkan ayat Al-Qur'an?"  Engkau juga selalu mengeluh | "bunda, mengapa anak yang lain boleh membaca komik manga, sementara aku harus mengerti banyak bahasa?"  Mungkin engkau juga berpikir | "bunda, mengapa tak semua permintaanku dikabulkan, seringkali aku meminta namun tak diberikan?"
Anakku, dengarkanlah bunda untuk saat ini | dengarkan saja bunda, suatu saat nanti bila telah sampai waktumu, kau akan tahu. Anakku, mungkin bunda tak dapat mengungkapkan semua dengan kata | namun bunda menyimpan rencana terbaik bagimu dalam dada. saat kau beranjak dewasa | kau akan terbang lebih tinggi dari yang lainnya, berlari lebih cepat daripada yang lainnya. orang-oranglah yang akan membaca tentang ceritamu, dan engkau akan dikejar karena ilmumu, dan semua pintamu akan dikabulkan bagimu
saat telah mulai baligh engkau berucap | "aku sudah besar, bunda boleh berhenti bersikap terlalu khawatir, aku sudah pintar", saat beranjak dewasa engkau berteriak kepadaku | "mengapa tak boleh aku bercinta, kau tahu aku sekarang sudah dewasa"  Ketika telah bekerja kau katakan | "aku memiliki hidupku sendiri, aku berhak menentukan jalanku sendiri"  dan bila engkau memiliki hidupmu sendiri | "aku tak miliki banyak waktu, bila sempat aku akan menjengukmu"
Anakku, perhatikan bunda | seorang anak mungkin berubah dewasa, namun menjadi bunda berarti untuk selamanya. Anakku, dengarkan bunda kali ini | jangan tergesa-gesa bercinta memadu nikmat, bila engkau belum siap, itu alamat maksiat.  Engkau mungkin bisa melihat masa depanmu dengan jelas | namun mataku yang mulai rabun melihatnya dengan lebih jelas.
Bbunda tersenyum mendengar alasanmu, anakku datanglah semasa engkau sempat | lagipula seluruh waktuku sedari dulu telah kugadai untukmu. Bila masa tuaku tiba di sebuah waktu | aku benci merepotkan engkau, aku memahami sekarang ada anak istri yang harus engkau beri waktu.  Mungkin bunda sudah pikun untuk sekedar memanggil namamu | namun bunda akan selalu mengingatmu dalam shalat dan doaku, Annakku
.saat  bunda pergi suatu saat nanti, tak perlu jatuh tangismu menderai| bahagaia bunda bila engkau menyembah Ilahi Rabbii, sesal bunda hanya satu, kenapa bunda tak bisa lebih lama bersamamu | menjagamu dari maksiat dan membimbingmu selalu dalam taat 
(sumber :http://www.facebook.com/pages/ARtikeL-reNungaN-kisaH-mOtifasi/103134439723509)
Powered By Blogger

Yayasan Ponpes Darussalam Martapura

Pengikut

Cari Blog Ini